Episode 1

Price: 21.07 0 Reviews
"I'm be happy with you"

Dalam sebuah pertemanan pasti ada rasa kenyamanan, namun dibalik itu semua, tidak semua orang bisa menyatakan bahkan mengakui apa yang dia rasakan, rasa segan, rasa malu selalu ada dalam pikiran, rasanya susah untuk melangkahkan kaki. Namun, hati tidak bisa berbohong, ketika saya dengan David selalu bersama, shopping bareng, lunch, becanda semua itu hal yang tidak bisa dilupakan, dan menjadikan sebuah moment dalam hidup saya . Sekian tahun lamanya kita bersama dalam sebuah ikatan pertemanan, akhirnya kita berpisah. Karena David harus meneruskan sekolahnya ke luar negeri. Dan David sempat membuat surat untuk saya, dalam suratnya dia mengatakan bahwa 

"Disya, maaf ya aku harus pergi untuk melanjutkan sekolahku, namun ini bukan kehendakku sya, ibuku yang menyuruku untuk ikut bersamanya dan melanjutkan sekolah di Jerman. Yaa aku tidak bisa menolak ajakan ibuku karena aku sangat sayang sama ibu. Jadi, jaga baik-baik ya jangan sampai kamu sakit sya. Tunggu aku akan datang"

Itulah isi surat yang David berikan, mungkin itu pilihan terbaik bagi David. Dan saya menerima dengan keputusan David yang ingin melanjutkan sekolahnya di Jerman. karena yaaa mungkin itulah yang dinamakan pertemuan, pepatah mengatakan "Dalam pertemuan pasti ada perpisahan" ya inilah hal yang menurut saya hal berat yang sulit untuk saya lupakan. Dimana saya harus jauh bahkan kita hidup masing-masing, dengan negara yang berbeda. Rasa sedih kini saya rasakan, kebiasaan dulu yang pernah kita lakukan kini hanyalah sebuah cerita. Ingin rasanya saya bisa memutar waktu kembali, namun apalah daya, aku hanya manusia yang tidak sempurna. Di situ saya hanya bisa menerima dengan keadaan ini karena mungkin inilah akhir dari pertemuan kita, tapi aku yakin jika tuhan punya rencana lain dibalik perpisahan ini. Dan David juga pernah bilang bahwa dia akan kembali untuk saya. 

Hingga suatu hari saya menerima telpon dari nomor yang tidak saya kenal. Dan ternyata dia adalah orang yang selama ini saya tunggu, omongan dia ternyata benar dia akan datang kembali buat saya. saya merasa senang sekali karena David masih ingat dan masih mengganggap kehadiran saya dalam hidupnya. 

"sya, kamu lagi ngapain? kamu ga lupakan sama aku, aku kesepian sya tanpa kamu, tunggu aku sya"

Itulah yang selalu saya dengar dari mulut David semenjak dia pergi ke Jerman. Hidup saya dengan David bagaikan malam hari tanpa bintang. Haruskah saya pergi ke Jerman untuk bertemu David? .........



Yang pada penasaran sama cerita ini tunggu ya di next story episode 2 ;)


thanks ❤
 

Kisah LDR Berujung Maut Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea